Tanah Laut, derapjurnalis.com– Abdi Suryani, Mahasiswa Semester 5 Program Studi Agribisnis Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada cabang para-menembak di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Selatan 2025.
Abdi, yang juga penerima Beasiswa KIP Kuliah sejak 2023, tampil memukau dalam pertandingan yang digelar di Gedung Logistik KPU Tanah Laut Rabu, 26 November 2025.
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., memberikan dukungan langsung kepada Abdi di sela padatnya jadwal latihan sang atlet di NPC Archery Training Centre Banjarbaru.
Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas pencapaian Mahasiswanya tersebut.
“Keterbatasan bukan penghalang. Abdi telah menunjukkan bahwa ketekunan dan semangat mampu mengalahkan semua tantangan,” ujar Abrani penuh bangga.
Menurutnya, prestasi Abdi menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para penyandang disabilitas.
Persaingan Ketat Cabang Para-Menembak Cabang olahraga Para-Menembak pada Peparprov V tahun ini menghadirkan kompetisi sengit. Sebanyak 17 nomor dipertandingkan dengan melibatkan atlet difabel dari 12 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan, kecuali Tanah Bumbu.
Atmosfer pertandingan terasa intens, karena para atlet berupaya keras memberikan hasil terbaik bagi kontingen masing-masing.
Pelatih para-menembak NPCI Banjarbaru, ASWP Subagja, menjelaskan bahwa keberhasilan atlet asuhannya, termasuk Abdi, merupakan buah dari proses panjang dan latihan yang konsisten.
“Emas Kami ada di nomor air pistol men dan team. Alhamdulillah target tercapai dengan 4 emas,” ungkap Subagja bersyukur.
Ia menegaskan bahwa persiapan Tim dimulai sejak lama, bahkan tidak lama setelah Peparprov sebelumnya berakhir.
Pemusatan latihan (TC) dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga performa atlet tetap stabil dan siap bertanding.
“Kami sudah TC sejak lama. Ini bukti keseriusan kami dalam membina atlet para-menembak,” jelasnya.
Prestasi Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya Menurut Subagja, pencapaian NPCI Banjarbaru pada tahun ini melampaui hasil Peparprov IV di Hulu Sungai Selatan, di mana mereka hanya membawa pulang tiga medali emas dan menempati peringkat ketiga klasemen akhir.
Dengan perolehan empat emas kali ini, posisi Banjarbaru semakin kuat.
Teknis Pertandingan dan Persebaran Pembinaan Juri pertandingan, Kasto, menjelaskan bahwa nomor yang dipertandingkan meliputi air pistol dan air rifle dengan jarak 10 meter indoor, serta PCP (Pre-Charged Pneumatic) jarak 13 meter. Tingkat kesulitan pada setiap nomor membuat konsentrasi dan teknik menjadi kunci keberhasilan atlet.
“Pembinaan Atlet sudah merata, diikuti 12 Kabupaten/Kota kecuali Tanah Bumbu. Klasifikasi atlet yang bertanding adalah daksa lower dan upper,” jelasnya.
Kasto menilai kualitas pertandingan meningkat seiring semakin seriusnya Daerah-daerah di Kalimantan Selatan dalam membina atlet para-menembak.
Motivasi bagi Pembinaan Atlet Difabel di Kalsel Gelaran Peparprov V para-menembak di Tanah Laut berlangsung dengan sportif dan penuh semangat.
Antusiasme yang tinggi dari para Atlet dan Official Kontingen menambah semarak kompetisi yang berlangsung ketat.
Keberhasilan NPCI Banjarbaru memimpin klasemen sementara diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Daerah lain untuk terus meningkatkan pembinaan atlet difabel.
Dengan pembinaan yang merata dan berkelanjutan, Kalimantan Selatan diyakini mampu melahirkan Atlet paralimpik berprestasi di tingkat Nasional bahkan Internasional.*

