Tanpa judul



TABALONG, Kalsel, derapjurnalis.com– Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan spesialistik di pedalaman Kalimantan Selatan, secercah harapan besar menyinari Kabupaten Tabalong. Empat belas anak, sebagian besar dari keluarga prasejahtera, akhirnya memiliki senyum baru setelah menjalani operasi celah bibir dan langit-langit secara gratis. 


Bagi para orang tua, momen ini bukan hanya tindakan medis, tetapi akhir dari penantian panjang yang nyaris tak terjangkau oleh kondisi ekonomi mereka.

Harapan itu hadir melalui kolaborasi antara RSUD H. Badaruddin Kasim, PDGI Tabalong, dan Yayasan Senyum Harapan Nusantara. Selama dua hari, 28–29 November 2025, tim medis bekerja tanpa jeda untuk menangani 10 anak secara langsung, sementara empat lainnya dijadwalkan menjalani tindakan elektif di hari berbeda oleh spesialis bedah mulut dan maksilofacial di Kabupaten Tabalong drg Rizqan Maulana sp.BMM

Menurut direktur RSUD H Badaruddin Kasim kabupaten Tabalong Setyawan Andri Wibowo , S.Farm, Apt dengan adanya operasi celah bibir dan langit-langit ini merupakan bukti kepedulian semua stakeholder kabupaten Tabalong terhadap kesehatan masyarakat kabupaten tabalong sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong

Operasi kali ini melibatkan  Tim Ahli  Bedah mulut dan maksilofacial yang dipimpin drg. M. Bakhrul Luthfianto, Sp.B.M.M., Subsp. C.O.M., 

“Fokus Kami sederhana, jangan sampai anak-anak ini kehilangan waktu emas mereka. Waktu emas untuk belajar bicara, makan dengan normal, dan tumbuh dengan percaya diri. Ini bukan sekadar tindakan medis, ini tentang hak dasar seorang anak untuk berkembang dengan optimal,” ujar drg. M. Bakhrul Luthfianto, Sp.B.M.M., Subsp. C.O.M

Lebih dari sekadar rangkaian operasi, program ini membuka pintu bagi masa depan kesehatan Tabalong. Pemerintah Kabupaten Tabalong menandatangani nota kesepahaman dengan dekan  Fakultas Kedokteran Gigi UGM (Prof. Suryono, S.H, M.M, Phd) sebuah langkah strategis yang menegaskan komitmen jangka panjang.

MoU ini memastikan pendampingan kesehatan berkelanjutan sekaligus membuka kesempatan pendidikan bagi pelajar berprestasi asal Tabalong untuk menempuh studi kedokteran gigi di UGM. Harapannya, kebutuhan tenaga spesialistik beberapa tahun mendatang dapat dipenuhi oleh putra-putri daerah yang memahami karakter masyarakat.

“Warga Tabalong berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sama baiknya dengan Mereka yang tinggal di Kota Besar. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa pemerataan layanan bukan hanya wacana. Ini adalah langkah nyata menuju Tabalong SMART,” tegas Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani. 

Para pengamat kesehatan daerah menyebut pendekatan ini sebagai model kolaborasi lintas lembaga yang efektif untuk mengatasi ketimpangan layanan spesialistik di luar Pulau Jawa.

Kini, 14 keluarga di Tabalong pulang dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Senyum baru anak-anak mereka bukan hanya hasil dari pisau bedah dan ruang operasi. Itu adalah buah dari empati, kemauan untuk bekerja sama, dan keyakinan bahwa keadilan layanan kesehatan harus dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.

Program ini menjadi pengingat bahwa di ujung akses yang terbatas, selalu ada ruang bagi keajaiban, ketika niat baik bertemu dengan tindakan nyata.*****

Lebih baru Lebih lama