Banjarmasin, derapjurnalis.com – Menyikapi perubahan pola kerja generasi muda dan tuntutan dunia usaha di era digital, Mahantira bersama Solusi Intira Sejahtera sukses menggelar pelatihan DIGMAR MAHANTIRA – Digital Marketing Praktis untuk Bisnis Nyata di Wisma Hijau Intira, Banjarmasin, Rabu (4/2/2026).
Pelatihan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa terpilih Universitas Lambung Mangkurat (ULM), UIN Antasari, UNISKA, komunitas Entrepreneur University Kalselteng, serta para pelaku usaha dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Kehadiran peserta lintas latar belakang ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan keterampilan digital marketing yang aplikatif dan relevan dengan kondisi bisnis saat ini.
DIGMAR Mahantira dirancang sebagai program pembelajaran yang menjawab pergeseran dunia usaha ke ekosistem digital. Para peserta dibekali strategi pemasaran online yang praktis dan langsung dapat diterapkan, mulai dari optimalisasi media sosial, penyusunan konten berbasis konversi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas promosi.
Founder INTIRA sekaligus pengajar utama Mahantira, Dr. Suyanto, CFP., M.NLP, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons terhadap perubahan karakter dan preferensi generasi muda dalam dunia kerja.
“Pelatihan digital marketing ini merujuk pada riset Jaime M. Ortiz dari IE Business School, Spanyol, yang menunjukkan bahwa Gen Z lebih menyukai pekerjaan fleksibel—remote atau hybrid—dibandingkan bekerja penuh di kantor dari pukul 08.00 hingga 17.00. Karena itu, penguasaan digital marketing menjadi kunci agar mereka tetap produktif sekaligus mandiri secara ekonomi,” ujar Dr. Suyanto.
Ia menambahkan bahwa ekonomi digital membuka peluang besar bagi mahasiswa dan pelaku UMKM untuk membangun usaha tanpa batas geografis.
“Saat ini siapa pun bisa memiliki toko digital tanpa harus memiliki pabrik atau modal besar. Yang dibutuhkan adalah strategi yang tepat dan pola pikir digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Mahantira dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan memasarkan produk secara online kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
“Pelatihan ini penting agar para pelaku usaha mampu memasarkan produknya secara online dengan strategi yang benar, menguntungkan, dan berkelanjutan. Tanpa adaptasi digital, bisnis akan tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.
Kegiatan dibuka dengan nuansa khas Kalimantan Selatan melalui penampilan MUPANTARA (Musik Panting Nusantara) yang membawakan lagu-lagu daerah, disertai kajian spiritual atas makna syairnya. Sentuhan budaya lokal ini menjadi simbol bahwa transformasi digital dapat berjalan selaras dengan nilai dan kearifan lokal.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi unggulan, di antaranya 17 Hukum Digital Marketing, praktik pembuatan konten, teknik membangun traffic, hingga simulasi closing berbasis data. Antusiasme peserta tampak dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif antara peserta dan para mentor.
Salah satu peserta dari ULM mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru.
“Kami jadi memahami bahwa digital marketing bukan sekadar posting di media sosial, tetapi ada strategi, psikologi konsumen, dan pengelolaan data di baliknya,” ujarnya.
Melalui DIGMAR Mahantira 2026, Mahantira berharap mampu melahirkan generasi pengusaha muda yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM Kalimantan Selatan menuju ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.*****
