Noohalis Majid : "Koperasi Mestinya Berproses, “Kada Dikarbit”

(Ambin Demokrasi)

Banjarmasin, derapjurnalis.com

Berbicara tentang Koperasi, tidak ada tempat belajar paling strategis kecuali dimana asal koperasi tersebut dirintis. Tentu saja awalnya di negara-negara Skandinavia. Sebab itu Bung Hatta belajar sistem koperasi kesana, dan menganggap sesuai bagi Indonesia yang memiliki budaya gotong royong. 

Ada banyak Koperasi sukses di Skandinavia, antara lain Husqvarna (Swedia): koperasi produksi peralatan kebun dan mesin pertanian. Arla Foods (Denmark): koper6asi Pertanian produsen susu sapi. Coop Noden (Norwegia, Swedia, Denmark): koperasi konsumen, mengelola rantai pasokan barang dan jasa. Dan tentu banyak koperasi lainnya lagi. 

Ambil satu contoh sebagai wahana belajar, Arla Foods, misalnya. Koperasi ini dibangun tahun 1881, sebagai koperasi dairy di Swedia, lalu tahun 1915 bergabung dengan koperasi lain di Denmark dan Swedia, membentuk “Arla”. Sejak tahun 1970, melakukan ekspansi internasional dengan membuka pabrik di Jerman dan Inggris. Tahun 1988 bergabung dengan koperasi dairy Denmark “MD Foods”, membentuk “Arla Foods”. Tahun 2000, menjadi koperasi terbesar di Eropah, setelah bergabung dengan koperasi dairy Inggris “Express Dairies”. Lalu tahun 2005, melompat menjadi koperasi terbesar di dunia, setelah bergabung dengan Koperasi Dairy Jerman “Deutsche Milchkontor”.

Koperasi Dairy, artinya Koperasi yang dikelola oleh Para Petani susu sapi, guna memproduksi, mengolah dan memasarkan susu dan produk dairy lainnya untuk kesejahteraan para petani susu sapi. Sementara “Arla”, adalah nama dari koperasinya, diambil dari bahasa Swedia yang berarti “awal” atau permulaan. Dipilih sebagai nama, karena koperasi ini menjadi awal gerakan Koperasi Dairy, yang menghimpun seluruh petani susu sapi di negara-negara Skandinavia. 

Apa produk Koperasi ini yang dapat dinikmati hingga di Indonesia. Kalau kita belanja di supermarket, kita akan melihat susu UHT, termasuk susu full cream, low fat, dan skim. Keju, berbagai jenis keju, seperti keju cheddar, mozzarella, dan feta. Yogurt, Arla menawarkan berbagai jenis yogurt, termasuk yogurt plain, strawberry, dan blueberry. Krim, Arla memiliki krim kental dan krim cair yang dapat digunakan untuk memasak dan membuat kue. Apetina, yaitu merek keju yang diproduksi Arla, terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang enak. Lurpak, merek mentega yang diproduksi oleh Arla, rasanya yang kaya dan teksturnya lembut. dan Puregrow Organic, menawarkan susu pertumbuhan organik untuk anak-anak, yang diproduksi dengan bahan-bahan organik. 

Produk Arla yang paling terkenal di Indonesia adalah Puck Keju Oles. Puck adalah merek keju oles yang diproduksi oleh Arla Foods dan telah sukses dipasarkan di wilayah Timur Tengah sebelum akhirnya diperkenalkan di Indonesia.

Apa pembelajaran penting dari Koperasi Arla Foods? Mereka berproses, dibangun dari bawah atas kesadaran bersama para petani susu sapi. Mereka punya visi, mewujudkan kesejahteraan bersama.  Sebab itu, melalui iuran anggota yang dikumpulkan secara swadaya, digunakanlah sebagai biaya operasional dari koperasi, termasuk pengolahan susu, pemasaran dan pengembangan produk. Namun hasilnya, anggota Koperasi menerima pembayaran atas susu yang mereka produksi dan menjadi sumber pendapatan utama petani dairy. Koperasi juga membagikan keuntungan kepada seluruh anggota dalam bentuk dividen. 

Awalnya hanya 8.000 Petani susu sapi yang bergabung, sekarang anggotanya sudah lebih dari 13.000 petani, melintasi berbagai negara, mulai dari Denmark, Swedia, Jerman, Inggris dan beberapa negara lainnya. Koperasi ini mempekerjakan lebih dari 80.000 orang. Dikelola secara demokratis, keuntungan dibagi kepada seluruh anggota, dan bukan kepada pemegang saham. Memiliki investasi berkelanjutan, dan memiliki visi besar dengan melakukan ekspansi internasional. 

Jadi, Koperasi mesti dibangun dari proses panjang, melalui partisipasi anggotanya. Dasar dari koperasi itu gotong royong, dan petani dairy, bergotong royong membangun kesejahteraan bersama di antara sesama petani susu sapi, bukan kesejahteraan para pengurus dan pengelolaannya saja. 

Sekali lagi, Koperasi dibangun dari proses dan kebersamaan, bukan dikarbit.  Apalagi ketika belum matang dikarbit, lantas di kloning, diduplikasi di setiap desa dan kelurahan. Akhirnya bukan kesejahteraan anggota yang terbangun, tapi potensi korupsi dan penyimpangan yang akan terjadi di seantero negeri.*****

Lebih baru Lebih lama