Banjarmasin, derapjurnalis.com
Ada yang mengatakan jika minum kopi berbarengan dengan minum teh, membuat sakit saat kencing. Tapi banyak yang membantah hal ini dan beberapa orang yang mengetes opini itu, memang ternyata tidak benar. Kencingnya lancar saja.
Memang, cerita itu lebih mirip legenda warung kopi daripada fakta medis.
Minum kopi dan teh bersamaan tidak terbukti menyebabkan sakit saat kencing pada orang sehat. Kalau ada yang merasakan nyeri, biasanya ada faktor lain yang “ikut numpang lewat”, misalnya:
Kurang minum air putih → urin jadi lebih pekat, bisa terasa perih
Infeksi saluran kemih (ISK) → ini penyebab umum nyeri saat kencing
Sensitivitas kandungan kafein → kafein bisa sedikit mengiritasi kandung kemih pada sebagian orang
Kondisi lain seperti batu ginjal atau masalah prostat (pada pria)
Sekarang soal efek jangka panjang, ini yang lebih menarik:
Bayangkan kopi dan teh itu seperti dua “drummer” yang sama-sama bawa kafein. Kalau dimainkan bareng terlalu sering dan berlebihan, ritmenya bisa jadi agak gaduh untuk tubuh.
Kemungkinan dampak jika sering berlebihan:
Kafein tinggi → gelisah, jantung berdebar, sulit tidur
Iritasi kandung kemih pada orang sensitif → jadi lebih sering kencing, kadang tidak nyaman
Gangguan lambung → asam lambung bisa meningkat
Penyerapan zat besi berkurang → terutama dari teh (tanin) jika diminum dekat waktu makan
Tapi kalau konsumsinya wajar, misalnya:
1–2 cangkir kopi
1–2 cangkir teh
dan tetap cukup minum air putih…
👉 Tubuh biasanya santai saja, seperti penonton yang menikmati dua musisi tampil bergantian, bukan berantem di panggung.
Kesimpulan:
Tidak ada bukti bahwa kombinasi kopi + teh menyebabkan sakit saat kencing atau efek buruk jangka panjang secara khusus. Yang penting adalah jumlah total kafein dan keseimbangan cairan.
Batasan Aman
Pertama, patokan umum dulu:
👉 Batas aman kafein untuk orang dewasa sehat ≈ 400 mg per hari
Sekarang kita lihat isi “amunisi” kafein:
Kopi hitam (1 cangkir ± 200 ml): ~80–120 mg
Teh hitam (1 cangkir): ~40–60 mg
Teh hijau: ~20–40 mg
Sekarang contoh simulasi (biar kebayang):
Skenario 1 (ringan & santai):
1 kopi (100 mg)
2 teh (2 × 50 mg = 100 mg)
Total: 200 mg → aman, masih setengah dari batas
Skenario 2 (lumayan aktif):
2 kopi (200 mg)
2 teh (100 mg)
Total: 300 mg → masih aman, tapi sudah mulai “bertenaga”
Skenario 3 (mulai ngebut):
3 kopi (300 mg)
2 teh (100 mg)
Total: 400 mg → batas atas, sebaiknya jangan rutin tiap hari
Skenario 4 (overload harian):
3 kopi + 3 teh
Total: bisa >450–500 mg → ini mulai berisiko kalau sering
Catatan penting (ini sering terlewat):
Kalau minumnya berdekatan waktunya, efek kafein bisa terasa lebih kuat (deg-degan, gelisah)
Kalau minum air putih kurang, bisa terasa seperti “tidak nyaman saat kencing”, padahal bukan karena kombinasi kopi + teh
Tiap orang beda sensitivitas, ada yang minum 1 kopi saja sudah “bergetar seperti mesin diesel pagi hari”
