Surabaya, derapjurnalis.com - Bertempat di restoran Kayanna Surabaya (4/6/26), ramah tamah membincang dinamika Tripartit dua provinsi, yaitu Kalsel dan Jatim, dilakukan dalam suasana santai. Hadir dalam ramah tersebut pimpinan DPD Apindo Jatim dan serikat pekerja Jatim. Sementara Tripartit Kalsel dipimpin Kepala Disnakertrans Irfan Sayuti dan sejumlah Kabid Disnakertrans, didampingi DPD Apindo Kalsel, yaitu Winardi Sethiono, Abdul Haris Makkie, IBG Dharma Putra, Noorhalis Majid dan Erni B. Kadin Kalsel diwakili, Nawang Wj. Sementara dari unsur serikat pekerja Kalsel, turut hadir Sadin Sasau, Misdie, Asih, dan sejumlah pengurus lainnya.
“Kami ingin belajar dinamika Tripartit di Jatim, mengingat jumlah industri dan perusahaan di Provinsi ini begitu banyak, sangat jauh bila dibanding dengan Kalsel. Jumlah pekerja juga sangat banyak, sehingga diperlukan hubungan industrial yang lebih harmonis. Pasti kami tidak salah belajar ke Jatim, dalam rangka membenahi program dan kegiatan Tripartit di Kalsel”, Kata Irfan Sayuti, dalam sambutan yang disampaikan dalam suasana santai.
Sementara itu Ketua DPD Apindo Kalsel, Winardi Sethiono, juga didaulat menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Winardi mengatakan sangat gembira bisa datang ke Jatim. Bukan saja karena Jatim cocok menjadi tempat belajar Tripartit, namun juga dinamika usaha dan ekonomi Jatim, membuat hubungan industrial harus terus diupayakan. Ramah Tamah ini walau suasananya santai, kami berharap dapat saling bertukar informasi, bahkan bila dimungkinkan kelak saling bertukar data dan kesempatan penguatan, agar Kalsel juga berpeluang menguatkan hubungan industrialnya, seperti halnya Jatim.
Sambutan DPD Apindo Jatim, disampaikan Jhonson, wakil ketua bidang organisasi. “Kami mengaku kecolongan, karena kami lah yang seharusnya datang ke Kalsel untuk belajar, malah keduluan Kalsel yang datang ke Jatim. Kami menyambut gembira kunjungan dan ramah tamah ini, kita bisa saling belajar dan berbagi informasi, bila dimungkinkan akan diupayakan kunjungan balasan, karena Kalsel juga menarik sebagai tempat belajar bagi pengusaha Jatim. Kami ingin bejalar tentang hal-hal yang tidak ada di Jatim, seperti industri pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan tentu saja hubungan perdagangan antara Jatim dan Kalsel yang sudah terbangun begitu lama”.
Sambil beramah tamah, obrolan seputar dinamika dunia usaha, pekerja dan berbagai regulasi yang dapat mendukung hubungan industrial, diperbincangkan. Komunikasi dan perjumpaan antar unsur dalam Tripartit, harus sering dilakukan, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja, dapat diupayakan bersama-sama, tanpa harus saling mengalahkan satu sama dengan lainnya.
Obrolan di meja makan yang berlangsung penuh kekeluargaan, diselingi canda dan humor, membuat suasana menjadi sangat akrab. Sekretaris DPD Apindo Kalsel Abdul Haris Makkie, menceritakan sejumlah perkembangan DPD Apindo Kalsel, terutama terkait peran kesekretariatan Apindo, yang berfungsi menampung berbagai keluhan anggotanya, untuk ditindaklanjuti dalam bentuk advokasi kebijakan.
Suasana ramah tamah semakin semarak, ketika sarekat pekerja Jatim turut berpartisipasi, dengan membawa puluhan buah durian yang disantap bersama-sama setelah menikmati hidangan restoran Kayanna yang menyajikan makanan khas Jatim.*****



