Banjar, Kalsel, derapjurnalis.com– Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar Workshop Wicara Publik di Aula Gedung Dakwah, Senin (22/6/2026).
Dalam Siaran Persnya yang diterima Rabu (24/6/2026) disebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berbicara di depan umum yang menjadi salah satu kompetensi penting di era modern.
Workshop diikuti oleh 124 mahasiswa dari berbagai program studi dan menghadirkan dua narasumber inspiratif, Ahmad Dailami dan Yavistha Febriana Pradhini, Duta Bahasa Kalimantan Selatan 2026 di bawah binaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi yang efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan berbicara yang dapat diterapkan dalam lingkungan akademik, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rifki Alparid, dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai sarana pengembangan kemampuan mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada keterampilan komunikasi yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan keberanian, kemampuan berbicara, serta keterampilan berkomunikasi yang akan bermanfaat dalam dunia perkuliahan, organisasi, maupun dunia kerja nantinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan berbicara di depan umum tidak lahir secara instan, melainkan keterampilan yang harus terus diasah dan dilatih.
Sedangkan Ketua BEM UNUKASE, Ikhsan Abdullah, menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa sebagai generasi intelektual dan calon pemimpin masa depan.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide, gagasan, dan aspirasinya secara efektif. Melalui workshop ini, kami berharap peserta semakin percaya diri dalam berbicara di berbagai forum, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUKASE, Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif BEM yang menghadirkan program pengembangan soft skills bagi mahasiswa.
“Kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari narasumber yang berpengalaman dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan Akademik maupun profesional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi sebagai bekal kesuksesan. “Barang siapa yang mampu menguasai komunikasi, dialah yang menguasai dunia,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, Ahmad Dailami dan Yavistha Febriana Pradhini menyampaikan materi secara komunikatif, interaktif, dan dekat dengan pengalaman mahasiswa. Materi yang diberikan tidak hanya membahas teori dasar public speaking, tetapi juga berbagai kendala yang kerap dihadapi mahasiswa saat berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, kesulitan menyusun alur penyampaian, hingga teknik membangun interaksi dengan audiens.
Melalui pendekatan yang santai namun edukatif, suasana workshop berlangsung hidup dan partisipatif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi ketika berbicara di depan forum.
Sebagai bentuk penguatan materi, workshop juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diberikan kesempatan tampil di depan forum untuk memperkenalkan diri, menyampaikan pendapat, serta mempraktikkan teknik berbicara yang telah dipelajari. Pada sesi tersebut, narasumber memberikan evaluasi dan masukan terkait teknik vokal, artikulasi, bahasa tubuh, penguasaan panggung, serta cara membangun komunikasi yang efektif dengan audiens.
Selain berbagi materi, kedua narasumber juga menceritakan pengalaman mereka dalam ajang Duta Bahasa hingga berhasil terpilih sebagai Duta Bahasa Kalimantan Selatan 2026. Mereka turut menyampaikan bahwa akan melanjutkan perjuangan sebagai perwakilan Kalimantan Selatan pada seleksi Duta Bahasa tingkat nasional. Informasi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari para peserta.
Di tengah berlangsungnya kegiatan, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut.
“Kegiatan ini sangat bagus dan harapannya terus diadakan secara rutin untuk mengasah kemampuan wicara publik mahasiswa di kampus kita,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Duta Bahasa Kalimantan Selatan yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa UNUKASE.
Melalui Workshop Wicara Publik ini, BEM UNUKASE berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan, mampu berkomunikasi secara efektif, serta memiliki keterampilan yang dapat menunjang keberhasilan mereka di dunia akademik maupun profesional. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya komunikasi yang baik, penggunaan bahasa Indonesia yang santun, serta melahirkan generasi mahasiswa yang aktif, kritis, dan berdaya saing.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan universitas, narasumber, panitia, dan seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya workshop yang berlangsung lancar, interaktif, dan memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan. (Humas UNUKASE/mpd)



