Banjarmasin, Minggu malam (20/9/2026), derapjurnalis.com – Kadang-kadang, kita pergi ke toko dengan niat yang sangat sederhana. Sudah tahu apa yang ingin dibeli, sudah membayangkan barangnya, bahkan mungkin sudah menyiapkan uang secukupnya.
Tetapi begitu masuk toko, mata ternyata punya rencana sendiri.
Itulah yang saya alami malam ini.
Saya sebenarnya hanya berniat membeli deodoran spray di sebuah Toko Serba Ada (Toserba). Tidak ada rencana membeli barang lain.
Namun, ketika mata saya berjalan-jalan melihat berbagai barang yang dipajang, perhatian saya tiba-tiba tertuju kepada dua benda kecil yang terlihat unik.
Gantungan kunci dengan bentuk panda lucu, lengkap dengan tempat untuk meletakkannya.
Saya lihat.
Saya pegang.
Saya pikir-pikir sebentar.
Akhirnya, masuk keranjang juga. 😄
Padahal sebelumnya tidak ada dalam daftar belanja.
Inilah mungkin salah satu wajah Era Canggih (ECANG). Barang yang sederhana bisa dibuat menjadi sesuatu yang menarik, lucu, sekaligus memiliki fungsi.
Gantungan kunci bukan lagi sekadar tempat menggantung kunci. Ada unsur bentuk, warna, karakter dan cara meletakkannya sehingga benda kecil itu terasa lebih menarik.
Saya langsung membelinya karena saya punya pengalaman sederhana.
Kalau barang unik seperti ini dibiarkan terlalu lama di toko, belum tentu beberapa hari kemudian masih ada.
Bukan karena dicuri.
Tetapi bisa saja diborong orang!
Luar biasa.
Untuk tiga gantungan kunci panda, saya mengeluarkan sekitar Rp20 ribu. Sedangkan tempat gantungan berbahan kulit sintetis warna hitam itu sekitar Rp30 ribu.
Totalnya Rp50 ribu.
Kalau dipikir-pikir, uang Rp50 ribu sebenarnya tidak terasa besar ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita anggap menarik. Apalagi barang tersebut nantinya berguna dan membuat kita senang ketika melihatnya.
Tetapi ada satu pelajaran kecil dari kejadian malam ini.
Sering kali inovasi hadir dari benda-benda yang sangat sederhana.
Tidak harus barang mahal. Tidak harus teknologi yang rumit. Sebuah gantungan kunci pun bisa dibuat lebih menarik sehingga orang tertarik melihat, memegang, kemudian membelinya.
Saya menyebutnya sebagai bagian dari ECANG, Era Canggih, ketika kreativitas dan inovasi bisa hadir di mana saja.
Dari sebuah toko, kita bisa melihat bagaimana barang-barang kecil terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah.
Dan sebagai konsumen, saya tentu berharap semakin banyak produk karya anak negeri yang kreatif, inovatif, berkualitas dan mampu bersaing.
Mudah-mudahan ke depan saya masih bisa menemukan berbagai inovasi lainnya.
Bukan hanya untuk dibeli.
Tetapi juga untuk menjadi inspirasi bahwa barang sederhana pun, kalau dibuat dengan kreativitas, bisa memiliki cerita dan nilai tersendiri.
Malam ini saya datang ke toko untuk membeli deodoran.
Pulang-pulang, saya membawa tiga panda dan satu tempat gantungan kunci. 🐼🔑
Begitulah ECANG. Kadang kebutuhan yang direncanakan kalah cepat dengan inovasi yang menarik perhatian. 😄
Tags
Headline