Banjarmasin, derapjurnalis.com– Perjalanan panjang selama tiga tahun menempuh pendidikan akhirnya mengantarkan delapan mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan STIKES Abdi Persada Banjarmasin menuju gerbang kelulusan.
Momen yudisium Angkatan XVI tersebut menjadi sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, di balik kebahagiaan itu, tersimpan tanggung jawab besar yang kini menanti para lulusan, terutama dalam menjalankan profesi sebagai tenaga kesehatan di tengah masyarakat.
Ketua STIKES Abdi Persada Banjarmasin,
Prof. Dr. drg. Rosihan Adhani, S.Sos., M.S., FISDPH, FISPD, dalam sambutannya menyampaikan, yudisium bukan sekadar kegiatan seremonial untuk menandai berakhirnya proses pendidikan akademik.
Lebih dari itu, yudisium merupakan penegasan resmi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan diploma kebidanan. Sekaligus menjadi awal perjalanan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh.
Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yudisium yang telah melewati berbagai tahapan pendidikan, mulai dari perkuliahan, praktikum laboratorium, ujian klinis hingga praktik lapangan dan tugas akhir.
Menurutnya, perjalanan selama tiga tahun tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, ketekunan, serta kerja keras untuk sampai pada pencapaian hari ini.
Atas nama pribadi dan seluruh pimpinan STIKES Abdi Persada Banjarmasin, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para lulusan beserta keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Rosihan Adhani menyebutkan, pada yudisium Angkatan XVI ini, STIKES Abdi Persada Banjarmasin meluluskan sebanyak delapan orang mahasiswa.
Meski jumlah lulusan pada angkatan ini relatif sedikit, ia mengingatkan bahwa kualitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya jumlah lulusan.
Menurutnya, kualitas seorang tenaga kesehatan justru tercermin dari kompetensi, integritas, dan ketulusan ketika terjun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan bertambahnya delapan lulusan tersebut, secara keseluruhan STIKES Abdi Persada Banjarmasin telah berhasil meluluskan sebanyak 832 alumni Bidan D-III Kebidanan. Angka tersebut menjadi bukti perjalanan panjang lembaga pendidikan ini dalam mengambil bagian mencetak tenaga kesehatan kebidanan yang andal, profesional, dan berakhlak mulia untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di Kalimantan Selatan maupun di berbagai daerah Nusantara.
Kepada para lulusan, Rosihan Adhani memberikan tiga pesan penting sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja dan pengabdian.
Pertama, ia berpesan agar para lulusan menjadi bidan yang empati dan beretika.
Menurutnya, pelayanan kebidanan bukan hanya berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan medis, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap sesama manusia. Setiap pasien harus dilayani dengan ketulusan hati, kesabaran, keramahan, serta senyuman. Sebab, senyuman dan sentuhan kasih sayang seorang bidan merupakan bagian dari proses penyembuhan.
Kedua, menjaga nama baik almamater.
Di mana pun para lulusan bertugas, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik maupun praktik mandiri, mereka diharapkan senantiasa menjunjung tinggi etika kebidanan dan menjaga nama baik STIKES Abdi Persada Banjarmasin.
Ketiga, terus belajar dan mengembangkan diri. Ia mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan berlangsung sangat cepat. Karena itu, para lulusan tidak boleh berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Mereka harus terus meningkatkan kompetensi, memperbarui pengetahuan, serta mengikuti perkembangan ilmu kebidanan terkini agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rosihan Adhani juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen serta tenaga kependidikan STIKES Abdi Persada Banjarmasin. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa hingga mencapai tahap yudisium tidak terlepas dari kesabaran, dedikasi, dan pengabdian para pendidik dalam membimbing mereka. Ia berharap seluruh dedikasi tersebut menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh peserta yudisium untuk senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan bimbingan dan perlindungan dalam setiap langkah pengabdian.
Para lulusan juga diharapkan dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat, serta membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan seorang lulusan bukan hanya diukur dari selembar ijazah yang diperoleh, melainkan dari seberapa besar ilmu dan keahlian yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.
Sementara itu, melalui dua program studi yang dikembangkan, yakni D-III Kebidanan dan Administrasi Rumah Sakit, STIKES Abdi Persada Banjarmasin berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Lellyawaty SST MKeb
dari bagian akademik STIKES Abdi Persada Banjarmasin mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan yudisium berlangsung lancar dan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi lembaga maupun para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Ia menjelaskan, selain lulusan kebidanan, STIKES Abdi Persada juga mengembangkan Program Studi Administrasi Rumah Sakit. Bahkan, dalam rangkaian kelulusan kali ini, terdapat delapan lulusan Administrasi Rumah Sakit yang telah mengikuti yudisium pada pekan sebelumnya.
Dengan demikian, terdapat 16 lulusan dari kedua program studi yang akan mengikuti wisuda pada 5 November mendatang di hotel Treepark.
Menurut Lellyawaty, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan STIKES Abdi Persada dalam memperluas kontribusinya di bidang pendidikan kesehatan. Salah satu hal yang patut disyukuri adalah hasil evaluasi kelulusan mahasiswa yang menunjukkan capaian cukup baik.
Ia menyebutkan, tingkat kelulusan pada tahun ini mencapai 93 persen. Capaian tersebut memang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang pernah mencapai 100 persen.
Meski demikian, ia menilai hasil tersebut tetap menggembirakan. Terlebih, para lulusan memiliki bekal pendidikan dan kompetensi yang diharapkan dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja.
Dalam proses pendidikan, tentu terdapat tantangan yang harus dihadapi mahasiswa. Salah satunya adalah bagaimana membagi waktu dan mengelola berbagai tugas perkuliahan agar dapat diselesaikan sesuai target.
Menurutnya, mahasiswa perlu lebih cermat mengatur rencana kerja, membangun kedisiplinan, dan menjaga konsistensi dalam menyelesaikan setiap tanggung jawab akademik.
Lellyawaty berharap, STIKES Abdi Persada Banjarmasin semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga hingga luar Pulau Kalimantan.
Ia melihat peluang pengembangan pendidikan masih terbuka lebar, terutama dengan keberadaan program studi yang dapat menjadi pilihan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.
Harapan tersebut juga didukung oleh minat calon mahasiswa dari luar daerah yang mulai mengenal dan memilih STIKES Abdi Persada sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Baginya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi lembaga pendidikan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Ke depan, STIKES Abdi Persada diharapkan tidak hanya mampu melahirkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga tenaga profesional yang memiliki kemampuan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus mengembangkan diri.
Sebab, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan bukan hanya terlihat dari jumlah mahasiswa yang lulus, melainkan juga dari kiprah para alumninya setelah kembali ke tengah masyarakat.
Oleh: Muhammad Junaidi Nasri (MAHAJUNA)
.
Tags
Headline