Dukung Kebijakan Pembelian Pertalite Bagi Mobil Dengan Mengisi Aplikasi

BANJARMASIN - Secara tekni merepotkan, mungkin bukan saja dialami dirinya pribadi, kata seorang Warga Banjarmasin dari Kawasan Banjar Indah permai, Sutjipto, tapi juga bagi para pengguna mobil lainnya, terutama bagi mereka yang mengisi bahan bakar yang sudah buru-buru harus mengisi aplikasi dan antri berapa lama lagi. Hal ini dialami oleh sebagian masyarakat kita yang masih belum melakukan aplikasi.

“Tapi saya yakin Pemerintah melalui Pertamin ternyata punya tujuan yang positif. Kenapa mengisi pertalite kok harus mengisi aplikasi. Kalau menyimak dari kondisi yang ada, berkaitan dengan subsidi, diberikan kepada masyarakat yang berhak. Tapi fakta di lapangan, imbauan ternyata sebagian tidak diindahkan oleh sebagian masyarakat. Sehingga yang seharusnya mendapatkan subsidi, tidak kebagian. Yang harusnya diwajibkian atau diimbau mengisi pertamax, mau irit, isinya dengan fertalite. Itupun tidak dilarang petugas SPBU ataupun ditegur, bias jadi yang punya mobil enggak mau,” ucap Sutjipto.

Katanya, melalui aplikasi itu, mau tidak mau sekaligus Pemerintah juga bisa koordinasi dengan pihak samsat, dalam hal pendataan mobil-mobil yang ada. Karena mau tidak mau plat nomer mobilnya terdeteksi. Mobil apa, plat mobilnya nomernya berapa, milik siapa. Dan pihak Kepolisianpun jangan-jangan punya tujuan yang mulia juga, melacak jangan-jangan plat nomer palsu ataupun mungkin mobil curian.

“Kalau semuanya tujuannya untuk kebaikan, saya selaku masyarakat di Kota Banjarmasin, mendukung tujuan baik ini. Karena ini bisa menjadikan satu data terintegrasi. Bukan hanya untuk kepentingan Pertamina saja, supaya hak yang mendapatkan subsidi tercapai. Yang bukan mendapatkan subsidi, harus mengalah. Mau ngirit silakan. Tapi mobil kita diatas 2000 cc, mau tidak mau harus pakai pertamax,” tambah Sutjipto.

Ketua Koperasi Syariah Ar-Raahmah dan juga Presiden IMA Chapter Banjarmasin Banjarbaru ini menyatakan, kebijakan ini bagus dan wajib kita dukung. Namun jika kebijakan ini kurang berpihak ke masyarakat, maka Pemerintah dalam hal ini Pertamina diharapkan melakukan rapat lagi untuk melakukan evaluasi. Supaya sama-sama enak.

Sedangkan untuk usahanya, kata Sutjipto, mobil box masih aman dari data yang ada. Demikian juga mobil pemadam kebakaran, mobil sampah, dan ambulance juga aman. Namun yang mungkin jadi masalah adalah mobil pribadi. Kalau yang punya diatas 2000 cc, mau tidak mau harus mengikuti aturan tersebut.

“Kalau mau ngirit  ke kios bensin sebelah rumah. Saya rasa masyarakat juga masih ada celah-celah. Kalau itu larangannya untuk beli fertalite di SPBU, maka beli di UKM tetangga sebelah rumah. Masih ada yang jual pertalite,” pungkasnya.***(juns)        
Lebih baru Lebih lama