Banjarmasin, derapjurnalis.com Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat dakwah. Dalam suasana penuh kehangatan, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalimantan Selatan menggelar silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah bersama para pengurus dan anggota, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen dakwah di tengah masyarakat.
Ketua DDII Kalimantan Selatan, Ustadz H Chairani Idris, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan serta menyampaikan berbagai program dakwah yang akan dijalankan tahun ini.
“Selain menjalin silaturahmi dengan pengurus dan anggota DDII di Kalimantan Selatan, kami juga menyampaikan beberapa program penting yang akan dijalankan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu program utama DDII Kalsel adalah pengiriman dai ke pedalaman, guna memperluas syiar Islam hingga ke daerah-daerah yang masih membutuhkan pembinaan keagamaan. "Untuk Kabupaten Tabalong, kami menempatkan satu dai, satu desa," imbuhnya.
Selain itu, DDII juga memiliki program Akademi Dakwah Indonesia (ADI), sebuah program pendidikan bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia dakwah.
“Kita bersyukur memiliki mitra seperti Yayasan Dingsanak yang turut membantu dakwah hingga ke pedalaman Kalimantan,” ucapnya.
Chairani juga mengajak para lulusan SMA yang memiliki semangat berdakwah untuk bergabung dalam program ADI. Program ini memberikan kesempatan pendidikan secara gratis bagi para peserta. Nya
“Silakan mendaftarkan diri melalui sekretariat DDII di setiap Kabupaten dan Kota. Insya Allah perkuliahan akan dimulai sekitar bulan Juni” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Sakrani selaku donatur kegiatan menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program dakwah DDII di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
“Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar anggota DDII di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Acara juga diisi dengan tausiah oleh Prof. Kamrani Buseri yang menyampaikan berbagai hikmah Ramadan dan keutamaan berbagi kepada sesama.
Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa ada tiga kebahagiaan bagi orang yang membukakan puasa bagi orang lain.
“Pertama mendapatkan ampunan dosa, kedua dibebaskan dari api neraka, dan ketiga mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap Muslim, sebagaimana sabda Rasulullah untuk menyampaikan walau hanya satu ayat.
“Dakwah itu kewajiban setiap individu. Sampaikanlah walau hanya satu ayat,” katanya.
Prof. Kamrani menambahkan bahwa09 kehidupan manusia harus menjaga keseimbangan dalam hubungan, baik hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, maupun dengan alam.
Menurutnya, ada lima hal penting yang harus dijaga dalam kehidupan, yaitu diri, akal, keturunan, agama, dan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengulas sejarah turunnya Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan, serta berbagai mukjizat Rasulullah SAW, baik mukjizat indrawi yang disaksikan para sahabat maupun mukjizat maknawi berupa Al-Qur’an.
Salah satu mukjizat indrawi yang diceritakannya adalah ketika air memancar dari jari-jari Nabi Muhammad SAW untuk digunakan para sahabat berwudhu.
Mengakhiri tausiahnya, ia mengingatkan tentang besarnya keutamaan ibadah puasa.
“Orang yang berpuasa sehari di jalan Allah akan dijauhkan wajahnya dari api neraka selama 70 tahun,” pungkasnya.
Suasana silaturahmi Ramadan tersebut pun berlangsung penuh kekhidmatan, menghadirkan rasa kebersamaan sekaligus menguatkan semangat untuk terus menebar dakwah dan kebaikan di tengah masyarakat.

