DP3AKB Kalsel Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual



Banjarbaru, derapjurnalis.com-5 Tujuan Pembangunan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak seperti Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Dalam Kewirausahaan, Peningkatan Peran Ibu Dalam Pendidikan Anak,   Penurunan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Penurunan Pekerja Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak.


Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Husnul Khatimah SH MH, dalam kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Rabu (15/4/2026) di Hotel Novotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 


Menyinggung Program Edukasi dan Fasilitas Publik (DP3AKB Kalsel), Husnul Hatimah menyebutkan, program ini meliputi PUSPAGA, PATBM dan SI SAPA.

Disebutkan Husnul Hatimah, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), layanan edukasi dan konseling bagi Keluarga yang disediakan oleh DP3AKB Kalsel. PUSPAGA menjadi rujukan utama bagi Orang Tua yang menghadapi masalah pengasuhan di era digital, termasuk mengatasi Anak yang kecanduan gadget.

Sedangkan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Gerakan di Tingkat Desa/Kelurahan (seperti inisiatif Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak/DKR PPA)  yang memberdayakan warga untuk saling mengawasi dan memberikan edukasi terkait bahaya paparan media tanpa pengawasan pada Anak. Sementara itu, Sistim Informasi Sayang Perempuan dan Anak (SI SAPA), Inovasi layanan perlindungan Anak di Kalsel yang memfasilitasi pelaporan jika terjadi kekerasan atau kejahatan Siber terhadap Anak di Media Sosial).

Husnul Hatimah juga menyebutkan terkait Sinergi Literasi Digital, yang menyatakan Pemerintah Daerah melalui Diskominfo (seperti di Kota Banjarbaru dan Kabupaten lainnya) secara aktif menjalankan Kampanye Literasi Digital Keluarga. Kampanye ini mendukung kebijakan Nasional (seperti penundaan akses platform beresiko tinggi bagi Anak di bawah umur) dengan cara mengedukasi Orang Tua untuk mendampingi Anak saat berselancar di internet.

Husnul Hatimah juga menyampaikan tentang Gerakan Satu Jam Bersama Keluarga. Husnul menegaskan, Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga bertujuan untuk mengembalikan kehadiran Keluarga dalam kehidupan Anak-anak di era digital, memperkuat ikatan emosional, meningkatkan kualitas pengasuhan serta melindungi kesehatan jiwa dan resilensi keluarga. 

Katanya, Gerakan satu jam berkualitas diharapkan dapat dilaksanakan dengan mengimplementasikan Asta Mantra Keluarga, yang merupakan 8 prinsip untuk mewujudkan Keluarga berkualitas di era digital yang meliputi : kurangi screen time, perbanyak green time, lestarikan budaya luhur Bangsa, bangun Kota dan Desa liveable and liveable, aktifkan solidaritas ketetanggaan, Orang Tua jadi Pengasuh efektif, kolaborasi lintas sektor, hidupkan nilai agama dan akhlak mulia dan manfaatkan digital untuk koordinasi.*****

Lebih baru Lebih lama