Di Kampusnya, kata Yanuar, mengintensifkan imbauan waspada Narkoba saat melakukan skrining data dengan melakukan wawancara saat tes masuk bagi Calon Mahasiswa yang dilakukan pihaknya, terutama kepada Para Penerima Bea Siswa yang memang sangat selektif. Sehingga hal-hal yang berkaitan dengan narkoba dalam bentuk apapun juga, terus diantisipasi dan selama ini tidak ada kasus narkoba yang ditemukan di IBITEK.
Saat Penerimaan Mahasiswa Baru, khususnya Pengenalan Kampus dihadirkan beberapa Nara Sumber untuk memberikan pencerahan kepada Para Mahasiswa mengenai bahaya narkoba dan ini rutin dilakukan setiap menerima Mahasiswa Baru. "Dilakukan kegiatan ini untuk mengingatkan kepada Para Calon Mahasiswa agar berusaha semaksimal mungkin jangan menyentuh narkoba," Yanuar menambahkan.
Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan juga rutin setiap tahun dan bahkan setiap semester Tim yang dibentuk di IBITEK diberikan pencerahan update pengetahuan tentang narkoba. "Kami mengapresiasi untuk pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan yang melibatkan IBITEK untuk bersama-sama memerangi narkoba," ungkap Yanuar.
Yanuar berpesan, pencegahan narkoba dari individu, sehingga masingmasing individu di Masyarakat Kampus IBITEK, seperti Mahasiswa maupun Tenaga Pendidik seyogyanya membentengi diri dengan pengetahuan-pengetahuan tentang narkoba dengan mendalami agama masing-masing. "Mudah-mudahan Kita ada benteng. Benteng ini ada pada individu. Sejauh mana dia mampu memerangi narkoba dari diri sendiri," pesan Yanuar.
Tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Peringatan global ini ditetapkan oleh PBB sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sekaligus memperkuat komitmen Internasional untuk mewujudkan Masyarakat yang bersih dari narkoba.*****

