Rektor UNUKASE hadiri Audiensi KP2MI

 


Jakarta, derapjurnalis.com- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi dari  8 perguruan tinggi dari Kalimantan Selatan untuk memperkuat kolaborasi pembentukan Migrant Center dan ekosistem perlindungan serta penempatan pekerja migran dari hulu hingga hilir. bertempat di Ruang Rapat Adelina Sau,  Kantor Kementrian Perlindungan Pekerja Migran, ,  Rabu, 10/6/2026 pukul 15.00 WIB


Pertemuan ini digelar dalam rangka persiapan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna menyamakan persepsi dalam membangun ekosistem Pekerja Migran Indonesia yang aman, prosedural, dan berkualitas.


Dalam audiensi tersebut, Rektor Universitas  Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan ( UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, Msc, hadir bersama 7 Perguruan Tinggi Kalimantan Selatan, UIN Antasari Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, UNISKA MAB, Universitas Sari Mulia, Universitas Achmad Yani Banjarmasin, Universitas Terbuka Banjarmasin, dan Universitas BorneoLestari.

KemenP2MI berkomitmen memperkuat sinergi membangun Migrant Center serta ekosistem pekerja migran yang profesional, aman, dan terlindungi.


Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyambut baik kunjungan perdana dari perguruan tinggi  di Kalimantan Selatan. Mukhtarudin menegaskan bahwa sejak bertransformasi dari badan menjadi kementerian di era Presiden Prabowo Subianto, KP2MI memiliki mandat besar untuk memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja.

"Arahan Presiden sangat jelas. Pertama, bagaimana kita melakukan penguatan dari segi kualitas perlindungan, mulai dari hulu hingga ke hilir, sejak sebelum penempatan, saat penempatan, hingga purna pekerja migran. Kedua, terkait peningkatan kualitas pekerja migran agar didominasi oleh skilled workers (tenaga kerja terampil)," ujar Menteri Mukhtarudin.

Menjawab Tantangan Bonus Demografi dan Peluang Global

Menteri Mukhtarudin mengingatkan pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif di tengah momentum bonus demografi Indonesia. 

Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dikhawatirkan dapat berbalik menjadi bencana demografi pada tahun 2030. 

"Di sisi lain, banyak negara maju seperti Jepang, Turki, Italia, dan Rusia kini tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk) yang membutuhkan suplai tenaga kerja asing," beber Mukhtarudin.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari 2025 hingga 31 Mei 2026, tercatat ada 420.040 layanan penempatan secara nasional. Lima negara penempatan tertinggi adalah Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Secara rinci, terdapat empat poin utama potensi kolaborasi yang dibahas dalam audiensi tersebut. 

Pertama, kedua belah pihak sepakat pada penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM guna menyiapkan mahasiswa serta alumni Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) sebagai talenta global melalui program jalur cepat (fast track), yang mencakup pelatihan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, hingga sertifikasi internasional pada sektor kesehatan, hospitality, pariwisata, bisnis, dan teknologi.

Kedua, kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan UNUKASE Migrant Center dan Program Kampus Berdampak yang terintegrasi dengan layanan karir kampus sebagai pusat informasi dan konsultasi peluang kerja luar negeri, sekaligus melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mengedukasi migrasi yang aman serta prosedural.

Selanjutnya pada poin ketiga, sinergi ini akan memaksimalkan kapasitas riset UNUKASE  yang kuat dalam penelitian, inovasi, dan pertukaran data/informasi untuk menghasilkan kajian strategis, rekomendasi kebijakan tata kelola migrasi, hingga evaluasi program perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Terakhir, Menteri Mukhtarudin mengatakan potensi kerja sama ini difokuskan pada pengembangan program talenta global pada sektor prioritas dengan mengoptimalkan keunggulan program studi rumpun kesehatan, serta sastra asing di UNUKASE guna menyuplai tenaga profesional yang siap bersaing di negara-negara tujuan strategis seperti Jepang, Jerman, hingga kawasan Timur Tengah.

"Saya berharap kita bisa segera berkolaborasi. Menempatkan orang-orang yang terdidik ke luar negeri itu sudah merupakan bentuk perlindungan awal yang luar biasa. Kita akan segera mengaplikasikan rencana kerja sama ini dalam waktu dekat," pungkas Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Sambut Baik Arahan Menteri P2MI

Rektor Universitas Nahdaltul Ulama Kalimantan Selatan ( UNUKASE), Dr. Abrani  menyambut baik dan menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). 

Langkah ini diambil guna memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing secara masif dan terstruktur di pasar kerja internasional.

Menanggapi paparan Menteri P2MI Mukhtarudin mengenai potensi besar dan perlunya penempatan pekerja migran yang terampil (skilled workers), Dr. Abrani menegaskan bahwa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk menjawab tantangan tersebut.

"Paparan Pak Menteri Mukhtarudin sudah sangat jelas, dan tugas kami di perguruan tinggi adalah penguatan SDM. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, saat ini mengelola 3 Fakultas, 10 Program Studi serta  900 mahasiswa aktif. Melihat proyeksi dan data yang disampaikan Pak Menteri, ada kecocokan yang sangat besar (link and match) antara kebutuhan pasar global dengan kompetensi yang kami miliki," ujar Dr. Abrani

Cegah Pengangguran Intelektual Melalui Tata Kelola yang Terstruktur

Dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian P2MI ini, UNUKASE berkomitmen untuk mengeskalasi program tersebut agar berjalan lebih masif, terarah, dan aman sesuai prosedur negara.

"Kami ingin menyiapkan lulusan yang benar-benar siap ditempatkan, mulai dari kemampuan kompetensi hingga pemahaman peluangnya. Dengan begitu, perguruan tinggi tidak akan menciptakan pengangguran intelektual. Keberadaan Migrant Center nantinya akan menambah peluang besar, tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni kami, tetapi juga untuk masyarakat umum,"  pungkas Dr. Abrani

Dengan komitmen kuat dari KP2MI dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, ekosistem penempatan pekerja migran yang terstruktur dan aman dari hulu ke hilir diharapkan dapat segera terwujud, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda Kalimantan sebagai talenta profesional yang diakui di panggung internasional. (Humas unukase/mpd)

Lebih baru Lebih lama