Kapuas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Kelompok 1 mengangkat program kerja unggulan Eco Paving Block, yaitu pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan di Kelurahan Pulau Kupang, Kabupaten Kapuas. Program ini lahir dari hasil identifikasi masalah yang menunjukkan bahwa sampah plastik, khususnya bekas botol dan kemasan air mineral, masih menjadi persoalan lingkungan yang cukup serius di wilayah tersebut.
Banyaknya sampah plastik yang belum dikelola dengan baik tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mencemari tanah dan saluran air. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNISKA menghadirkan inovasi yang mengubah limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.
Ketua Kelompok 1 KKN UNISKA Nadila Anjani menjelaskan bahwa program Eco Paving Block dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Tahap pertama diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan serta pentingnya pengelolaan sampah melalui konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi sederhana pengolahan sampah plastik menjadi eco paving block sebagai salah satu alternatif pengurangan limbah.
Tahap berikutnya adalah perencanaan dan persiapan alat serta bahan. Mahasiswa bersama masyarakat mengumpulkan sampah plastik, terutama botol dan kemasan air mineral bekas, kemudian menyiapkan berbagai peralatan seperti kompor gas, wajan atau drum pemanas, cetakan paving block, pasir, alat pengaduk, alat pelindung diri (sarung tangan dan masker), serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Selanjutnya memasuki tahap implementasi, yaitu proses pembuatan eco paving block. Sampah plastik yang telah dipilah dan dibersihkan dicacah menjadi ukuran lebih kecil, kemudian dipanaskan hingga meleleh. Plastik cair selanjutnya dicampurkan dengan pasir menggunakan komposisi tertentu hingga tercampur merata, lalu dimasukkan ke dalam cetakan paving block dan dipadatkan. Setelah proses pencetakan selesai, paving block didinginkan hingga mengeras dan siap digunakan.
Pada tahap akhir, Mahasiswa bersama masyarakat melakukan evaluasi hasil kegiatan serta memperkenalkan produk eco paving block yang telah dihasilkan. Produk tersebut memiliki fungsi sebagai material penutup halaman, taman, maupun jalur pejalan kaki, sekaligus menjadi bukti bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Sanjaya M.Pd., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang memadukan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
"Program Eco Paving Block tidak hanya mengajarkan masyarakat cara mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka wawasan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Sanjaya Mura, M.Pd.
Melalui program Eco Paving Block, mahasiswa KKN UNISKA membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Pulau Kupang untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Tags
Headline