Tahu Tempe Gunting Yang Digemari, Rela Antri Tak Masalah, Bungkus Sering Dilakukan


Banjarmasin, derapjurnalis.com-Tahu tempe gunting atau ada juga yang menyebutnya tahu tempe petis, makanan ringan yang banyak penggemarnya. Sehingga beberapa kali saat gerobak ini masuk ke wilayah Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Para Penggemar makanan tradisional ini sudah tahu kapan Paman Penjual, demikian sebutan umum, lewat. Yang biasanya memang masuk setelah shalat magrib. 

Ada yang makan di tempat, dan ada juga yang dibungkus. Namun mereka yang antri terlihat sabar menanti giliran.

Sekarang untuk wilayah Sungai Andai Banjarmasin Utara, gerobak tahu tempe gunting ini sudah dapat ditunggu selesai Shalat Magrib di samping jembatan setelah Pasar Sungai Andai. Yang tentu ini sama setiap harinya, ramai oleh mereka yang antri.

Kawasan Mesjid sebelum dan sesudah Shalat Jum'at di Area Halaman Masuk Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, juga ada gerobak tahu tempe gunting ini. Tentu di sini juga ramai oleh Kaum Pria, mulai dari Anak-anak hingga Orang Dewasa. Karena mau Shalat Jum'at atau usai Shalat Jum'at, sehingga mereka makan di tempat.

Harga yang terjangkau, suasana yang ramai, yang terjadi setiap pagi Minggu di Area Car Free Day (CFD) nol kilometer Siring eks Kantor Gubernur Banjarmasin, juga ramai oleh Pengunjung yang datang memenuhi gerobak tahu tempe gunting ini. Ada yang rutin setiap Minggu saat berolahraga mampir dan ada juga yang sesekali, seperti yang dikatakan Lena.

"Saya kadang-kadang hadir di acara Car Free Day, kalau lagi mood saja, kalau masalah makan tahu gunting biasa saja. Kebetulan tadi lagi pengen, biasanya tidak jajan, paling duduk-duduk di siring sambil melihat  orang belanja," kata Lena, Warga Banjarmasin, Minggu (14/6/2026).

Lain lagi komentar Lusi, Warga Banjarmasin juga. Yang masih belum mencoba tahu dan tempe gunting di Nol Kilometer Siring eks Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin. Tapi Dia menikmati di beberapa tempat lainnya. Ada juga bersama kawan dalam menikmati makanan tersebut.

"Dekat Jembatan RK Ilir, itu depan Kantor Pajak. Saya sering bungkus, kalau di Tarakan karena tempatnya dan juga muka Pemko baru bersama kawan," kata Lusi, Senin (15/6/2027).

Dalam berolahraga bagi Lena, kadang sama teman atau sama anak, itu juga kalau suasana lumayan baik dan tertib. Sedangkan adanya pengamen maupun pengemis di area umum, baginya tidak menjadi masalah. Selama tidak mengganggu aman saja.*****juna

Lebih baru Lebih lama