Banjarmasin, derapjurnalis.com- Dewan Pengupahan Kalimantan Selatan (7/7/2026) berkunjung ke Perusahaan Jamu dan Farmasi terbesar se Indonesia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, yang merupakan produsen jamu dan obat herbal modern terbesar serta termodern di Indonesia, memberi pengalaman begitu berharga bagi Dewan Pengupahan Kalimantan Selatan (7/7/2026)
Kantor pusat PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk terletak di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Secara spesifik, Kantor Pusat Perusahaan ini beralamat di Gedung Hotel Tentrem, Jalan Gajahmada, dan fasilitas pabrik utamanya berada di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Perusahaan ini bermula sebagai usaha rumahan di Yogyakarta pada tahun 1940 sebelum pindah dan berkembang di Semarang.
Menarik untuk menggali sejarah perusahaan ini, hanya mampu digambarkan dalam satu kata Banjar, yaitu “tugul”. Berawal dari industri rumahan di Yogyakarta pada 1940, lalu dikembangkan di Semarang sejak 1951. Perusahaan ini kini menjadi raksasa farmasi berbasis herbal, memadukan resep tradisional dengan teknologi mesin mutakhir.
Rombongan Dewan Pengupahan Kalimantan Selatan yang berjumlah 39 orang, dipimpin Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan (Disnakertrans Kalsel), Irfan Sayuti, S.Sos., M.Si, diajak berkeliling melihat sekilas proses produksi di kawasan seluas 38 hektar, mempekerjakan lebih dari 3000 karyawan.
Lebih dari 300 jenis produk dihasilkan, yang paling ikonik tentu saja Tolak Angin dan Kuku Bima Energi-G. Diekspor ke lebih 30 negara, bahkan memiliki kantor cabang di Filifina dan anak usaha di Nigeria.
Menarik sebagai lokasi kunjungan, sebab perusahaan ini telah bermitra langsung dengan ribuan petani rempah lokal, guna memastikan kontinuitas bahan baku dan memonitor kualitasnya sejak dari ladang. Juga konsisten menggunakan sekitar 91% energi terbarukan dari biomassa, dimana ampas produksi jamu, didaur ulang 100% sebagai bahan bakar dan pupuk.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua DPP APINDO Kalimantan Selatan, Winardi Sethiono. Dalam sessi dialog, Winardi menanyakan peluang kerjasama dengan Kalimantan Selatan, baik sebagai agen pemasaran produk jadi, maupun penyediaan bahan mentah berupa rempah-rempah yang juga banyak dihasilkan petani-petani di Kalimantan Selatan.
Winardi yang juga mengerti dan berpengalaman akan dinamika pahit getir mempertahankan perusahaan, mengakui perlunya “ketugulan” atau ketekunan dan konsistensi dalam menjaga perusahaan, agar tetap bertahan di tengah berbagai tantangan, dan Sidomuncul telah membuktikannya.
Sidomuncul layak menjadi tempat belajar bagi para pengusaha Kalimantan Selatan. Apalagi di Kalimantan Selatan, juga pernah berdiri sejumlah pabrik jamu, walau saat itu masih diproduksi dengan cara tradisional dan semi modern, belum sempat secanggih Sidomuncul.
Dalam sambutan penutup, Irfan Sayuti, S.Sos., M.Si, kepala Disnakertrans Kalsel, selain mengucapkan terimakasih karena rombongan Dewan Pengupahan diberikan banyak pengalaman dan pengetahuan berharga menyangkut jalannya perusahaan, juga menyampaikan yel-yel penyemangat bagi Sidomuncul. Baginya, bukan hanya “Roso”, namun bagi Kalimantan Selatan, Sidomuncul itu “harat”, menggambarkan ketangguhan bertahan dalam segala situasi, terutama persaingan global.*****
Tags
Headline