PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Kalsel-Kalteng, Janji Berakhir 25 Agustus 2026

Banjarbaru, Kalsel, derapjurnalis.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas masih terjadinya pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan pemadaman tersebut disebabkan berkurangnya pasokan daya akibat gangguan pada sejumlah pembangkit listrik, yakni di Gunung Mas, Asam-Asam, dan Tanjung.

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan saat memberikan keterangan di Kantor PLN UID Kalselteng di Banjarbaru, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan setelah beberapa unit pembangkit yang sebelumnya ditunggu telah mulai beroperasi. Hal itu diharapkan dapat mengurangi frekuensi pemadaman yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
PLN juga menargetkan pemulihan sistem kelistrikan secara penuh pada 25 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, pembangkit di Asam-Asam dengan tambahan daya 54 megawatt (MW) dijadwalkan mulai beroperasi sehingga diharapkan mampu mengatasi defisit pasokan listrik.
"Pertama-tama kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pemadaman yang terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Hal ini diakibatkan kekurangan pasokan pembangkit di Gunung Mas, Asam-Asam, dan Tanjung. Insyaallah pada 25 Agustus pembangkit Asam-Asam sebesar 54 megawatt dapat masuk sehingga bisa mengurangi bahkan menghilangkan pemadaman," ujar Iwan.

PLN berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang tengah dihadapi dan bersabar hingga proses pemulihan seluruh pembangkit selesai sesuai target. Perusahaan juga memastikan terus berupaya mempercepat normalisasi sistem agar pasokan listrik kembali andal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa terganggu.*****


Lebih baru Lebih lama