Taman Surga, DatangilahOleh: Muhammad Junaidi Nasri (MAHAJUNA)

Banjarmasin, Minggu (30/8/2026), derapjurnalis.com - Kalau kita menemukan sebuah “Taman Surga” di dunia, mengapa harus melewatinya begitu saja?

Mampirlah.

Duduklah sejenak. Dengarkan nasihat agama. Resapi setiap kalimat yang disampaikan. Bisa jadi, hati yang sebelumnya terasa berat justru menjadi ringan setelah kita mendengar ceramah agama.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Taman Surga?
Bagi saya, Taman Surga adalah suasana ketika orang-orang berkumpul di masjid untuk mendengarkan ceramah agama, belajar memperbaiki diri, serta bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Karena itu, kalau ada kesempatan, carilah jadwal pengajian atau ceramah agama di masjid-masjid sekitar kita. Ada yang dilaksanakan ba’da Subuh, ada pula ba’da Magrib.
Tidak perlu menunggu menjadi orang yang sempurna untuk datang ke masjid. Justru kita datang karena ingin belajar menjadi lebih baik.

Insyaallah, semakin sering hati kita dekat dengan masjid, semakin banyak pula nasihat kebaikan yang kita dengar. 

Perlahan, pikiran menjadi lebih tenang, hati lebih lapang, dan kehidupan pun terasa memiliki arah.

Ada sebuah nasihat yang sangat dalam maknanya: perbaikilah hubungan kita dengan Allah, maka Allah akan memberikan kebaikan dan ketenteraman dalam kehidupan kita.

Bukan berarti hidup kemudian terbebas dari masalah. Tetapi kita memiliki kekuatan hati untuk menghadapi setiap persoalan dengan lebih sabar, ikhlas dan tawakal.

Saya sendiri merasakan ada kebahagiaan sederhana ketika berangkat ke masjid pada pagi hari.

Begitu keluar rumah, saya sering mendengar suara burung-burung berkicau. Suaranya merdu, ramai, dan terasa seperti menyambut pagi dengan penuh kegembiraan.

Yang menarik, suara burung-burung itu seolah mengikuti perjalanan saya menuju masjid.

Saya tidak tahu apakah memang burung yang sama atau hanya kebetulan. Tetapi suara kicauan yang terdengar sejak saya keluar rumah terasa terus menemani sampai saya tiba di halaman masjid.

Sepanjang perjalanan, suara burung itu menjadi hiburan tersendiri.

Di beberapa tempat, saya bahkan sempat menyapa mereka.

“Bungasnya suaramu.”

Saya pun tertawa kecil.

Mungkin bagi orang lain itu terdengar sederhana. Tetapi bagi saya, momen seperti itu justru membuat perjalanan menuju masjid terasa lebih menyenangkan.

Saya merasa tidak berjalan sendirian.

Ada suara burung-burung yang menemani. Ada udara pagi yang masih segar. Ada suasana jalan yang tenang. Dan ada tujuan yang membuat hati terasa bahagia, yaitu menuju masjid untuk menikmati Taman Surga.

Ternyata, kebahagiaan tidak selalu harus dicari jauh-jauh.
Kadang-kadang, ia hadir dalam perjalanan sederhana: melangkahkan kaki menuju masjid, mendengarkan suara burung, bertemu saudara sesama Muslim, lalu duduk bersama mendengarkan ilmu agama.

Maka, jika hari ini kita menemukan Taman Surga, jangan hanya melihatnya dari kejauhan.
Datangilah. Duduklah di dalamnya. Dengarkan nasihatnya. Semoga hati kita menjadi lebih tenang dan kehidupan kita semakin dekat dengan ridha Allah SWT.

Taman Surga itu mungkin hanya beberapa langkah dari rumah kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan, hingga lupa mendatanginya. 🌿🕌🐦

Salam,
Muhammad Junaidi Nasri (MAHAJUNA)
Lebih baru Lebih lama