Pontianak, derapjurnalis.com — Kebutuhan laptop di dunia kerja semakin beragam seiring meningkatnya mobilitas dan penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Perangkat yang digunakan jurnalis, dosen, pelaku usaha, kreator konten hingga gamer memiliki kebutuhan spesifikasi yang berbeda.
Bagi jurnalis, laptop dituntut memiliki mobilitas tinggi karena pekerjaan tidak selalu dilakukan dari ruang redaksi. Perangkat digunakan untuk menulis berita, mengolah foto, membuka dokumen, mengikuti konferensi daring hingga mengirimkan naskah dari berbagai lokasi.
Menurut Muhammad Firman Head Commercial Public Realtion Asus Indonesia, dalam lanskap bisnis modern yang bergerak cepat, memilih perangkat komputasi yang tepat bukan lagi sekadar urusan departemen TI, melainkan sebuah investasi strategis bagi keberlangsungan perusahaan. Para eksekutif dan profesional kini butuh laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu. Kata Firman di hadapan awak Media pada saat Media Ghatering di salah satu Hotel Kota Pontianak Kamis 3/09/2026
Bobot perangkat, daya tahan baterai, kenyamanan keyboard serta kemampuan menjalankan sejumlah aplikasi sekaligus menjadi pertimbangan penting. Tuturnya.
Kebutuhan berbeda terlihat pada dosen dan pekerja kantoran. Laptop lebih banyak digunakan untuk membuat bahan presentasi, mengolah dokumen, melakukan penelitian, rapat daring dan menjalankan aplikasi produktivitas. Perangkat dengan layar nyaman, baterai memadai dan kemampuan multitasking menjadi pilihan yang lebih relevan.
Sementara bagi fotografer, videografer, desainer grafis dan kreator konten, kemampuan perangkat menjadi pertimbangan utama. Pengolahan foto beresolusi tinggi, video, animasi hingga pekerjaan berbasis grafis membutuhkan prosesor, GPU, RAM dan penyimpanan yang lebih besar. kata Firman Meambahkan.
ASUS menjadi salah satu produsen yang menyediakan laptop berdasarkan kebutuhan pengguna. Lini Zenbook menyasar pengguna yang mengutamakan mobilitas dan perangkat premium, sedangkan Vivobook lebih diarahkan untuk kebutuhan produktivitas sehari-hari.
Untuk kreator profesional, ASUS memiliki lini ProArt dengan perangkat yang mengutamakan kemampuan pengolahan grafis dan konten. Sementara lini ROG ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi, terutama gamer dan pekerja kreatif.
Di segmen bisnis, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra yang ditujukan antara lain bagi C-level executive dan business founder. Perangkat tersebut menggabungkan desain tipis dan ringan dengan sejumlah fitur untuk mendukung pekerjaan profesional.
ExpertBook Ultra menggunakan layar Tandem OLED, sistem audio enam speaker yang dilengkapi dua woofer magnetik dan dua tweeter khusus, serta haptic touchpad dengan enam sensor. Perangkat ini juga menggunakan Intel Core Ultra X7 Series 3 dan sistem pendinginan ExpertCool Pro yang dirancang menjaga performa dengan TDP hingga 50W.
Perkembangan laptop saat ini juga semakin berkaitan dengan teknologi AI. Kemampuan pemrosesan AI pada perangkat dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan seperti pengolahan dokumen, analisis data, pembuatan konten dan berbagai aktivitas produktivitas.
Namun, pemilihan laptop tidak semata-mata ditentukan oleh spesifikasi tertinggi. Kebutuhan pekerjaan, mobilitas, jenis aplikasi yang digunakan, kapasitas penyimpanan, daya tahan baterai, ukuran layar dan anggaran tetap menjadi pertimbangan utama.
Dengan pola kerja yang semakin mobile, laptop kini tidak hanya berfungsi sebagai komputer untuk bekerja di meja. Perangkat tersebut menjadi bagian dari aktivitas kerja yang dapat dibawa dari kantor, ruang pertemuan, perjalanan bisnis hingga lokasi lapangan.
Karena itu, laptop yang tepat bukan selalu yang memiliki spesifikasi paling tinggi, melainkan perangkat yang mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan penggunanya secara efektif. ( rils/Syahri )
Tags
Headline