Banjarmasin, derapjurnalis.com - Terlihat seorang pekerja sektor informal yang tetap berusaha mencari nafkah ditengah kondisi yang sederhana dan pekerjaan yang cukup berat.
Prof Dr Ahmad Yunani SE MSi selaku Ketua Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kalsel, yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM Banjarmasin, saat diminta komentarnya, Rabu (24/6/2026) menyatakan, gambaran seperti ini sering memunculkan pertanyaan: Mengapa di negara yang kaya sumber daya alam masih banyak masyarakat yang harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?
Beberapa nilai positif : Semangat kerja dan ketahanan hidup (resilience) Masyarakat tetap bekerja meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Menunjukkan bahwa martabat manusia tidak ditentukan oleh tingkat pendapatan, tetapi oleh kemauan untuk berusaha.
Nilai Kemandirian juga disebut Yunani, karena dia melihat gambaran tidak menyerah pada keadaan dan berupaya memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal dan produktif.
Ini juga dinilai Yunani sebagai keteladanan bagi Generasi Muda, karena mengajarkan pentingnya kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab dalam menghadapi kehidupan.
Namun Yunani juga menilai sebagai sisi kritik terhadap Peran Pemerintah, yang menurutnya, refleksi bagi Pemerintah : Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif, kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan pertumbuhan ekonomi belum selalu diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang merata.
Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara kelompok yang menikmati hasil pembangunan dan masyarakat bawah.
Demikian juga perlindungan Pekerja informal masih terbatas, karena banyak Pekerja sektor informal belum memiliki jaminan sosial, perlindungan kesehatan, maupun kepastian pendapatan.
Dalam hal terkait akses pendidikan dan keterampilan, Yunani menegaskan, Pemerintah perlu memperluas pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan agar masyarakat memiliki peluang memperoleh pekerjaan yang lebih produktif dan berpenghasilan lebih baik.
Dalam peran masyarakat, Yunani menegaskan, masyarakat juga memiliki tanggung jawab sosial : menghargai setiap jenis pekerjaan dan tidak memandang rendah profesi tertentu. Selain itu, mengembangkan solidaritas sosial melalui pemberdayaan ekonomi, UMKM, dan kegiatan sosial. Serta mendukung produk dan jasa masyarakat kecil agar roda ekonomi lokal terus bergerak.
Terkait Peran Keluarga, Yunani menyatakan, Keluarga merupakan fondasi utama dalam memutus rantai kemiskinan : Menanamkan nilai kerja keras, kejujuran, dan pendidikan kepada anak-anak. Juga mengelola keuangan keluarga secara bijak. Yang tidak kalah penting, Yunani menegaskan, untuk mendorong Generasi berikutnya memperoleh pendidikan dan keterampilan yang lebih baik. Selanjutnya mendapatkan pekerjaan yang layak dan menjamin kehidupan hari tua.
"Hal ini bukan hanya tentang seseorang yang bekerja keras di pinggir jalan. Ia adalah cermin dari perjuangan jutaan rakyat yang setiap hari berusaha mempertahankan kehidupan keluarganya. Di balik semangat dan keteguhannya, terdapat pertanyaan besar bagi Bangsa ini : bagaimana kekayaan Negara dapat lebih dirasakan oleh seluruh Rakyat," ungkap Yunani.
Karena menurut Yunani, "Pembangunan yang berhasil bukan hanya ditunjukkan oleh tingginya pertumbuhan 7, tetapi juga oleh semakin sedikitnya masyarakat yang harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya."*****juna

