Sanjaya: Idealisme Mahasiswa Akan Mengalami Penyesuaian Seiring Perjalanan Hidup



Banjarmasin, derapjurnalis.com– Dalam kegiatan Adventure Based Counseling (ABC) HMJ BK UNISKA, narasumber Sanjaya M,Pd Kabag Pengembangan Minat Bakat Kemahasiswaan menyampaikan materi mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, dan dinamika idealisme mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Di hadapan peserta, Sanjaya, menjelaskan bahwa masa perkuliahan merupakan fase di mana idealisme tumbuh dan berkembang dengan sangat kuat. Mahasiswa memiliki kebebasan berpikir, keberanian menyampaikan kritik, serta semangat besar untuk memperjuangkan berbagai gagasan yang diyakini benar.

Namun demikian, menurutnya, setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan yang sesungguhnya, seseorang akan dihadapkan pada berbagai tanggung jawab baru yang menuntut penyesuaian dalam cara berpikir dan bertindak.

"Ketika masih menjadi mahasiswa, idealisme sering menjadi energi utama dalam bergerak dan menyampaikan aspirasi. Namun setelah lulus, seseorang mulai memikirkan masa depan, karier, keluarga, dan berbagai tanggung jawab kehidupan lainnya. Di titik inilah idealisme biasanya mengalami penyesuaian dengan realitas yang dihadapi," ungkapnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak mudah memberikan penilaian negatif terhadap para aktivis mahasiswa yang pada akhirnya memilih berkiprah di pemerintahan atau lembaga negara. Menurutnya, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mewujudkan gagasan dan cita-cita yang diperjuangkannya.

"Kita sering melihat tokoh-tokoh yang dahulu sangat vokal dan kritis ketika menjadi mahasiswa, kemudian memilih masuk ke dalam pemerintahan. Saya melihat tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut. Bisa jadi mereka ingin memperjuangkan ide dan gagasan yang selama ini mereka yakini melalui jalur yang berbeda, yakni dari dalam sistem," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa perubahan tidak hanya dapat dilakukan melalui kritik dari luar, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan.

Dalam sesi diskusi, para peserta terlihat antusias menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait tantangan menjaga idealisme di tengah tuntutan kehidupan. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa idealisme dan pragmatisme tidak selalu harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan selama tetap berlandaskan integritas dan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Adventure Based Counseling (ABC) ini, HMJ BK UNISKA berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan organisasi, tetapi juga mampu memahami realitas kehidupan secara lebih bijaksana, sehingga dapat menjadi pemimpin masa depan yang tetap memegang nilai-nilai moral, integritas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.*****

Lebih baru Lebih lama