Mahasiswa Baru Didorong Belajar Mandiri dan Berani Memimpin di Kampus

Banjarmasin, derapjurnalis.com – Memasuki dunia Perguruan Tinggi bukan sekadar berganti seragam sekolah menjadi pakaian bebas. Bagi Mahasiswa baru, masa ini merupakan langkah awal menuju kehidupan yang menuntut kemandirian, keuletan, kemampuan bekerja sama, sekaligus keberanian mengambil keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. drg. Rosihan Adhani, S.Sos., MS, FISDPH-FISPD, Ketua STIKES Abdi Persada Banjarmasin, yang menyampaikan 
materi bertajuk “Manajerial dan Kepemimpinan Mahasiswa di Perguruan Tinggi” dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Prof. Rosihan, yang juga Pakar Kesehatan Gigi Masyarakat (KGM) menegaskan l,
Mahasiswa baru sedang memasuki sebuah gerbang kehidupan yang berbeda dari apa yang mereka alami ketika masih duduk di bangku sekolah lanjutan atas.

Di sekolah, kata dia, kehidupan Siswa relatif masih banyak mendapatkan pendampingan dari Orangtua, Keluarga maupun Guru.

Sementara ketika menjadi Mahasiswa, mereka dituntut untuk mulai mengatur dan bertanggung jawab terhadap dirinya.

“Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi itu sangat berbeda karena memerlukan kemandirian dan keuletan. Tidak boleh menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan,” ujarnya.

Perubahan itu semakin terasa bagi mahasiswa yang harus meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan. Ada yang tinggal di kos, ada pula yang harus tinggal bersama orang lain. Dalam kondisi seperti itu, berbagai kebutuhan sehari-hari harus mulai diurus sendiri.

“Segala sesuatunya harus melayani diri sendiri,” katanya.

Namun, kemandirian tersebut bukan berarti Mahasiswa harus berjalan seorang diri. Justru di lingkungan Kampus, kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan baik menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.

Mahasiswa, tegas Prof. Rosihan, perlu belajar mencari berbagai sumber pembelajaran, bekerja keras, berpikir kreatif, serta membangun kolaborasi dengan teman-teman maupun Dosen.

“Di samping itu tentunya mereka harus melakukan kerja sama, kolaborasi, baik sesama teman maupun dengan Para Dosen,” tuturnya.

Untuk itu, Mahasiswa perlu memiliki kemampuan manajemen diri. Mereka harus belajar mengatur waktu, mengorganisasi kegiatan, menentukan prioritas, serta mengelola berbagai persoalan yang muncul selama menjalani perkuliahan.

“Disinilah perlu adanya pengetahuan, pemahaman atau praktik-praktik bagaimana mengorganisasi diri, bagaimana mengelola, kemudian bagaimana memimpin,” jelasnya.

Kepemimpinan, menurut Prof. Rosihan, bukan sesuatu yang hanya diperlukan oleh Mahasiswa yang kelak menjadi Pejabat atau Pemimpin Organisasi. 

Di lingkungan Kampuspun, setiap Mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar memimpin.
Suatu saat Mereka bisa dipercaya menjadi Ketua Kelompok, Pengurus Organisasi Mahasiswa, atau memimpin kegiatan bersama teman-temannya.

Karena itu, kemampuan memimpin perlu mulai dibangun sejak berada di bangku kuliah.

“Karena ada kalanya Merekapun akan menjadi Ketua, menjadi Pemimpin terhadap teman-temannya,” ujarnya.

Prof. Rosihan menjelaskan, PKKMB merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari proses awal Mahasiswa mengenal kehidupan Perguruan Tinggi.

Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda yang harus diikuti Mahasiswa baru. Selain pengenalan lingkungan Kampus, Mereka juga mendapatkan berbagai pembekalan, termasuk seminar ilmiah dan materi mengenai manajemen serta kehidupan Mahasiswa di Perguruan Tinggi.

Bagi Prof. Rosihan, pengenalan tersebut penting agar Mahasiswa tidak merasa asing ketika nantinya benar-benar memasuki rutinitas perkuliahan.

“Mereka diharapkan bisa mengenal kehidupan Kampus sebagai Masyarakat baru, sehingga selama perjalanan Mereka di Perguruan Tinggi tidak mengalami kesulitan yang berarti,” katanya.

Harapannya j sederhana, tetapi penting. Mahasiswa mampu menghadapi persoalan yang datang, menjalani proses pembelajaran dengan lancar, dan menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya.

“Bisa mengatasi, sehingga pembelajarannya bisa lancar dan bisa selesai pada waktunya. Itu yang diharapkan,” ujarnya.

PKKMB bukanlah akhir dari rangkaian kegiatan, melainkan pintu masuk menuju kehidupan Akademik yang sesungguhnya.

Ketika ditanya apakah setelah PKKMB Mahasiswa langsung mengikuti perkuliahan, Prof. Rosihan menjawab singkat.
“Ya, langsung.”
Ia menyampaikan bahwa perkuliahan dijadwalkan mulai 21 September 2026.

Dengan demikian, setelah tiga hari mengenal lingkungan dan kehidupan Kampus, Mahasiswa baru segera dihadapkan pada tanggung jawab sebagai seorang Mahasiswa.

Dari sinilah perjalanan Mereka dimulai. Bukan hanya belajar mengejar nilai, tetapi juga belajar mengatur diri, menghadapi persoalan, bekerja bersama orang lain, berkomunikasi, dan perlahan-lahan menemukan kemampuan untuk memimpin.
Sebab menjadi Mahasiswa bukan sekadar mendapatkan status baru. Ada proses panjang untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.*****juna
Lebih baru Lebih lama